Jumat, 27 Juni 2008

Keinginan Anda??????

Apa Yang Ingin Anda Capai?


Apa yang ingin anda capai dalam hidup ini? Pertanyaan ini muncul dalam forum diskusi website radio veritas edisi bahasa Cina. Sungguh amat menarik untuk melihat bahwa semua manusia tak terkecuali pasti akan berhadapan dengan pertanyaan ini. Ada orang yang secara serius merenungkan hal ini, ada juga yang pada akhirnya menjadi takut berhadapan dengan pertanyaan yang sama. Namun apapun tanggapan setiap kita, satu hal adalah pasti yakni bahwa kita tak dapat menolak untuk mengalamatkan pertanyaan ini kepada diri kita sendiri; “Apa yang ingin aku capai dalam hidupku?” Jalan hidup manusia, bila disebut singkat, yah ternyata tidak. Dan bila disebut panjang juga tidak. Ketika hidup di atas bumi ini kita harus berhadapan dengan jalan yang tak selalu lurus, jalan yang tak selalu rata. Sering kita harus menahan hati yang sakit dan terluka. Kadang kita seakan kehabisan nafas. Tapi di balik itu, ada pula kegembiraan dan kebahagiaan, ada pula penghiburan. Namun kita semua mengarah pada satu tujuan yang sama; Suatu saat kita akan memejamkan mata untuk kekal dan mengucapkan selamat tinggal pada dunia yang sekarang. Suatu saat, entah cepat atau lambat, kita memasuki suatu kehidupan yang mungkin tak seperti kehidupan yang kini sedang kita hidupi. Oh...bagaimana harus kututup bab terakhir buku kehidupanku ini? Dan bagaimana pula dengan sejuta mimpi yang selama ini aku kejar? Apa yang ingin aku capai, apa yang ingin aku kejar selagi buku kehidupanku ini masih terbuka? Semoga aku masih belum terlambat mengangkat pena untuk mengukir halaman-halaman yang masih tersisa.

Seorang peserta diskusi dengan huruf yang lumayan besar menulis bahwa ia ingin menemukan cinta. Ia ingin mencintai dan dicintai. Karena Tuhan adalah cinta. Yang lain mengatakan bahwa yang dikejarnya dalam hidup adalah kedamaian dan kesehatan lahir bathin, karena menurutnya Tuhanlah asal dan tujuan segala kedamaian, dan bahwa harta terbesar yang bisa dimiliki manusia adalah kesehatan. Seorang lagi mengatakan bahwa ia mengejar kebahagiaan. Oh...kebahagiaan!!! Aku yakin kita semua pasti ingin bahagia. Kita menginginkan agar setiap halaman buku kehidupan kita penuh terukir jejak-jejak kebahagiaan. Namun kita pasti akan dengan segera menabrak suatu pertanyaan yang amat mendasar; Apa itu kebahagiaan? Bila kita meneliti semua sejarah hidup manusia, kita akan dengan mudah memberikan suatu kesimpulan bahwa kebahagiaan yang sempurna, kebahagiaan yang tak tercela tak pernah terukir dalam dunia yang fana ini. Semua kebahagiaan yang pernah ada di dunia ini besifat relatif. Apakah ia ditentukan oleh uang? Beckham memiliki banyak uang, tapi anda pasti tahu apakah ia sungguh bahagia atau tidak. Menjadi seorang presiden? Haha...aku yakin Bush sering kekurangan tidur di malam hari.

Bagiku, aku tak dapat membangun kebahagiaan yang sempurna di atas dasar yang fana. Dunia tempat aku berpijak ini tak bersifat kekal. Duniaku bersifat sementara. Hanya pada DIA yang kekal, yang ada sejak kekal dan hidup hingga kekal aku bisa membangun kebahagiaanku. Agustinus amat memahami hal ini ketika ia bermazmur; “Jiwaku haus akan Allah, akan Allahku yang hidup.” Dan Paulus mengatakan bahwa segala-galanya adalah sampah. Semoga aku akan mampu mengisi halaman yang masih tersisa dalam buku kehidupanku dengan jejak langkah ketika aku mencari wajah Allahku yang hidup, dan menutup bab terakhir buku kehidupanku ini dengan memandang keilahiannya, mata dengan mata. Dan...temanku, apa yang anda cari dalam hidup ini?

Anak

Anak-anak


Jalanan berdebu. Panas menyengat kulit. Kendaraan berseliweran. Seorang gadis cilik berdiri di persimpangan jalan sambil membawa sebuah kaleng susu. Dia menadahkan tangannya kepada para penumpang kendaraan yang lewat. Kulitnya legam. Wajahnya yang manis terlapisi semacam tirai kesedihan. Di sisi lain dari jalan raya itu, tergeletak seorang wanita tua, tanpa kaki. Dengan tubuh yang tertutup sarung kusam, dia memandangi orang-orang yang sedang lalu lalang. Asap mengepul dari knalpot mobil tepat di depannya. Kendaraan terus berseliweran. Tidak peduli. Tidak memperhatikan. Tidak berhenti. Hidup berjalan terus. Insan-insan yang lemah terpinggirkan tanpa rasa iba setitikpun. Sedih? Adakah itu?

Rumah yang asri. Pepohonan rindang menyembul dari balik taman yang luas. Dalam sebuah kamar yang sejuk, berpendingin udara, seorang gadis cilik sedang duduk melamun. Dia sendirian. Dan kesepian. Di depannya tergeletak boneka-boneka yang lucu. Tetapi pandangannya kosong. Ayahnya sibuk berbisnis. Ibunya sibuk berkarir. Para pembantu berkeliaran sambil bercengkerama di ruang tamu. Dia sendirian. Dan kesepian. Dia memandangi boneka-bonekanya. Letih berbicara kepada dirinya sendiri. Letih memandangi dinding kamarnya yang bisu. Letih pada keinginannya untuk bertutur. Letih pada keinginannya untuk bercanda dengan sesamanya. Sedih? Adakah itu?

Aula itu luas. Puluhan orang sedang berkumpul. Mereka mendengarkan ceramah seseorang yang berada di mimbar. Jauh tinggi di atas podium. Seseorang yang bertutur tentang rencana-rencana besar dalam menghadapi kesesakan hidup. Dengan mulut berbusa-busa. Dengan semangat bernyala-nyala. Seorang gadis cilik tertidur di sudut aula itu. Tidak peduli pada kalimat-kalimat panjang yang sedang dihamburkan. Dia tertidur sambil, mungkin, memimpikan keluarganya sedang berkumpul bersama sambil bercerita lepas. Ayahnya yang mendongengkan kisah Putri Duyung. Ibunya yang sedang membelai rambutnya. Dan saudara-saudaranya yang terus mengusiknya. Dia tertidur. Dan tersenyum dalam tidurnya. Sedih? Adakah itu?

Pantai membentang luas. Pasir putih lembut. Lidah ombak menjilat kaki-kaki yang berjalan di atasnya. Sekelompok anak-anak berlari-lari. Saling melempar gumpalan pasir ke arah teman-temannya. Mereka berputar meliuk-liuk di tengah kerumunan orang yang sedang berdarmawisata. Seorang gadis kecil melihat semua itu. Dengan hasrat. Dengan rindu. Tetapi larangan ayahnya untuk tidak berlarian membuatnya tetap terpaku di atas tikar ini. Sedang ayahnya sedang sibuk memancing. Sambil bercengkerama dengan teman-temannya. Sambil memegang tongkat kailnya. Sedih? Adakah itu?

Kesedihan anak-anak kini semakin dilupakan dan terlupakan oleh kesedihan orang dewasa. Anak-anak hanya berarti jika dia mampu memuaskan hasrat dan keinginan orang tua. Sedang para ayah dan ibu merasakan bahwa kesusahan mereka adalah hal utama dalam hidup keluarga. Anak-anak tak pernah sedih. Anak tak perlu sedih. Anak-anak harus menerima segala hal tanpa perlu membantah. Tetapi tidakkah Yesus sendiri berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (Mat 18:3-5)

Maka selayaknya kita mampu menyadari kesedihan anak-anak kita semua. Bahwa hidup bukan hanya demi untuk memuaskan keinginan materi mereka saja. Atau bahwa hidup mereka hanya akan baik jika mengikuti kesenangan dan keamanan kita saja. Kita pertama-tama harus bertanggung-jawab terhadap keberadaan mereka, terhadap kegembiraan hidup mereka dan mereka pun akan memberikan kita kebahagiaan atas keberadaan mereka. Bukan sebaliknya, kebahagiaan dan keberadaan mereka tergantung pada kebahagiaan dan keberadaan kita sendiri. Karena itu, persoalan yang sedang menimpa generasi muda kita tergantung pada kesediaan kita untuk merubah cara pandang kita menghadapi anak-anak kita sendiri. Tanpa itu, kita cuma mampu memarahi. Atau mengutuk. Dan kita pun tetap lelap dalam kebiasaan kita sendiri. Dengan ambisi dan hasrat kita saja. Dan anak-anak pun kian terpinggirkan. Dan disia-siakan. Dan dilupakan.

Kamis, 26 Juni 2008

Kesaksian

Senyumlah Pada Tuhan

Banyak orang tak mau banyak-banyak tersenyum karena hidup di kota bukan perlu senyum, tapi punya banyak uang baru bisa tersenyum. Walau uang bisa tersenyum pada orang, senyum perlu uang agar orang tetap bisa tersenyum pada kemiskinan. Maka di kota, orang tersenyum untuk dapat uang agar orang bisa punya uang dan kemiskinan tak lagi tersenyum padanya.

"Tersenyumlah, Bu," begitu kata seorang ibu setengah baya pada seorang ibu yang lebih muda di sebelahnya, yang senyumnya belum datang seperti juga ibu di depannya, di belakangnya; seperti juga bapak-bapak di samping kiri, kanan bahkan seperti yang tua-tua yang duduk bersila, bersandar pada dinding joroknya; juga yang di sudut-sudut ruangan sempit dan pengap malam itu. Senyum semua orang seolah sembunyi pada gelapnya malam. Hanya beberapa anak kecil yang duduk dan tidur-tiduran di bagian depan, tertawa-tawa seolah tertawa pada miskinnya tempat itu, miskinnya mereka sendiri. Hujan sudah reda. Gerimis masih ada dari sisa deras hujan sebelumnya, tapi banyak air membasahi lantai yang terbawa dari baju lusuh basah orang-orang yang datang, duduk bersila di basahnya lantai di sesaknya ruangan itu.

"Tersenyumlah, Bu," kata ibu setengah baya itu lagi. Ibu yang disapa belum juga tersenyum. Bau tak sedap bercampur pada lusuh wajah selusuh basah bajunya. Ibu muda itu, seperti orang lain di tempat itu adalah para pemulung. Kebaktian belum dimulai, namun sebagian dari mereka bukan datang untuk kebaktian, tapi untuk makan; kadang untuk uang walau sering tak ada makan dan tak ada uang di tempat sempit dan pengap itu. "Saya sudah sering senyum, pada pagi, pada kehidupan, pada kemiskinan, juga pada malam hujan seperti ini," katanya. Hujan memang selalu membuat, bukan saja diri dan bajunya menjadi basah selusuh-lusuhnya, tetapi juga rumah kardusnya di pinggir rel kereta di seberang sana itu, pastilah sudah menjadi rusak sebasah-basahnya; dan pastilah juga ia harus menatap langit tanpa bulan di atas sana pada tidur malamnya sehabis hujan malam itu.

Dan siapakah yang berani berkata padanya, "Sudah, hujan sudah kehabisan airnya, jadi tidurlah saja dengan tenang di pinggir jalan sambil berharap-harap pada hujan, agar hujan tak lagi mendatangkan basah air hujannya." Biasanya hujan memang datang lagi tengah malamnya atau pagi-paginya. Sebelumnya atau sesudahnya, sama saja, basahlah pasti tidurnya.

"Oh, kapan aku bisa berlindung dari basahnya hujan, atau berharap pada hujan agar tak hujan?" lanjutnya. "Tenang, Bu. Tuhan pasti mendengar kesusahan ibu karena Tuhan itu baik," kata ibu setengah baya yang penuh senyum tadi dengan sabar. "Yesus telah memberikan keselamatan kekal itu pada kita dengan rela mati di atas kayu salib. Pastilah Ia sangat mengasihi kita semua. Maka, tersenyumlah pada Tuhan," lanjutnya. "Bagaimana bisa? Aku hidup dalam lusuh basah bajuku, sementara banyak orang hanya senyum untuk uang. Dan sementara aku senyum untuk baju basah lusuhku, aku juga harus senyum bukan untuk uang tapi untuk Tuhan?" sergah ibu muda itu.

Kebaktian hampir dimulai, percakapan masih jauh dari sepakat. Ibu muda itu semakin membatu sementara ibu setengah baya itu dengan sabar menjatuhkan setetes demi setetes air kerinduan akan Tuhan dalam bait-bait senyumnya. Ada kesedihan dalam getir gentar jiwanya melihat keras membatu hati di hadapan matanya, tetapi senyum itu tetap di jiwanya, mengalir dan mengalir tak habis-habis seolah-olah di sanalah tempatnya Sumber Kehidupan.

Malam makin jauh malamnya. Gerimis belum berhenti gerimisnya. Masih basah baju mereka, hujan kecil-kecil menyanyikan pujian bagi Tuhan dalam rintik-rintiknya. Tuhan para pemulung di ruang sempit dan pengap. Tuhan atas 'senyum yang belum juga datang'.

Kebaktian selesai. Percakapan dimulai lagi. Percakapan semakin jauh dari sepakat. Ibu muda itu kini benar-benar sudah membatu, meski baru saja ia menyanyi Haleluya. Ibu setengah baya itu akhirnya menghentikan kata-katanya demi kesabarannya dalam tetap senyumnya, "Andai suatu saat nanti ibu muda ini mau tersenyum untuk Tuhan dan bukan untuk malam, untuk hujan dan untuk uang...," pikirnya. Tetapi ibu muda itu tetap menggerutu pada basah lusuh bajunya, pada
malam hujan basah rumah kardusnya, pada Tuhan atas hujan malam itu.

Ibu setengah baya itu diam seperti malam, namun senyum masih ada di jiwanya dan mengalir di hatinya, terlihat di bibirnya dan terpancar di matanya. Namun angin malam itu telah membawa senyumnya pergi menjauh dari seorang ibu muda
yang membatu, juga dari sebagian besar orang lusuh dalam lusuh basah baju mereka di tempat itu, yang hanya mau tersenyum pada uang tak juga pada Tuhan. Tak hanya orang yang banyak uang yang tak mau senyum pada Tuhan. Hanya
sedikit yang tersenyum untuk Tuhan dan bukan untuk uang - senyum itu memang hanya hidup di sana, pada sedikitnya mereka yang senyum pada Tuhan.

Sebelum ia tahu bahwa kanker tengah merongrong kesehatannya, sebelum semua tahu bahwa kanker itu bertahun-tahun telah ia bawa pergi sampai ke tempat sempit dan pengap, ibu setengah baya itu dulu pernah bilang, "Bukan aku yang tersenyum padamu, tapi Tuhan memang tersenyum padaku, padamu; maka tersenyumlah juga pada Tuhan."

Dan ketika tahu bahwa kehidupan tak lagi berpihak padanya, ia tetap berkata, "Tersenyumlah selalu pada Tuhan, maka engkau akan tersenyum pada kematian."

Ibu setengah baya itu, Ibu Mien, kukenal memang dengan senyumnya. Senyum yang datang dari Sumber Kehidupan. Senyum yang telah memberi terang pada malam. Ia baru saja pergi, meninggalkan sedih yang dalam di hatiku dan basah
di mataku, tapi ia sendiri telah menyambut kematian itu dengan senyum sukacitanya. Bukan karena kematian itu diam-diam seperti diamnya malam, tapi karena sempat ia diberi waktu mengabarkan Injil, sampai hari di ujung hari-harinya, meski harus ke tempat sempit dan pengap.

"Karena Tuhan itu baik," katanya.
Masih dapat kuingat senyumnya, pada malam, pada kehidupan, pada kematian, pada Tuhan. Senyum dari Sumber Kehidupan yang dibawanya pergi, telah ditinggalkannya pula bagiku.

Kehidupan Remaja

Remaja dan Aspek Psikososial

Banyak yang bilang masa remaja adalah masa yang paling indah (duh... seperti di dalam lagi ya) karena di masa remaja banyak perubahan yang kita alami, mulai dari perubahan fisik sampai psikologi. Dan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk masyarakat.

Segala macam aspek hubungan sosial dengan kawan, orangtua, ataupun guru bisa disebut dengan aspek psikososial.

Masa remaja yang kita alami ini merupakan suatu periode dalam rentang kehidupan manusia, mau atau tidak mau pasti kita mengalaminya. Pada masa ini, berlangsung proses-proses perubahan secara biologis juga perubahan psikologis yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk oleh masyarakat, teman sebaya, dan juga media massa. Kita yang berada di masa remaja ini juga belajar meninggalkan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan dan pada saat yang bersamaan kita mempelajari perubahan pola perilaku dan sikap baru orang dewasa. Selain itu, kita yang remaja ini juga dihadapkan pada tuntutan yang terkadang bertentangan, baik dari orangtua, guru, teman sebaya, maupun masyarakat di sekitar. Kita bisa-bisa menjadi bingung karena masing-masing memberikan tuntutan yang berbeda-beda tergantung pada nilai, norma, atau standar yang digunakan.

Intinya aspek psikososial bisa didefinisikan sebagai aspek yang ada hubungannya dengan kejiwaan kita dan sosial. Kejiwaan tentu saja berasal dari dalam diri kita, sedangkan aspek sosial berasal dari luar (eksternal). Kedua aspek ini sangat berpengaruh kala masa pertumbuhan kita.

Kadang yang lebih berpengaruh justru bukan aspek kejiwaan, melainkan aspek eksternal. Misalnya, media massa membangun imej remaja putri yang oke adalah yang berkulit putih, bertubuh langsing, dan berpayudara besar. Demi mengejar body image seperti itu, banyak yang termakan dan berusaha menjadi imej seperti yang dikatakan di media massa.

Sudah saatnya perubahan diri terjadi bukan dari luar, melainkan dari dalam diri kita sendiri karena seharusnya aspek psikososial berlangsung secara seimbang. Pengaruh dari luar harusnya mampu mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik. Dengan kondisi ini, diharapkan interaksi aspek psikologi dan sosial dapat menjadi positif, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada pembentukan identitas diri kita.

Minggu, 22 Juni 2008

Khawatir.....

Khawatir adalah kata yang tidak asing. Khawatir sudah menjadi bagian kehidupan manusia, walaupun tingkatnya setiap orang tidak sama.
Seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa kekhawatiran itu seperti seorang pencuri yang berhasil mencuri senyum seseorang. Dengan kata lain bahwa kekhawatiran itu merampas sukacita di dalam hidup ini.
Khawatir, dalam dari bahasa aslinya, bisa diterjemahkan ”pikiran yang bercabang”, bisa juga diterjemahkan ”pikiran yang tidak fokus”. Banyak sekali yang akan dikerjakan, semua pekerjaan diangap penting untuk dikerjakan, namun pada akhirnya tidak ada satu pun yang bisa diselesaikan. Banyak yang dipikirkan namun tidak ada satu pun yang bisa dilakukan. Memang bisa juga diartikan khawatir itu suatu keadaan yang mencekik, atau keadaan itu membuat seseorang kepepet.
Tuhan Yesus pernah memberikan perumpamaan tentang benih yang disebar. Di antaranya adalah jatuh ke semak duri. Benih itu memang bertumbuh namun terdesak oleh semak duri tersebut sehingga tidak bisa menghasilkan buah seperti yang diharapkan. Lihat yang tertulis didalam Matius 13:22: Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekhawatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Akibat Kekhawatiran
Yang pertama, seorang yang mengalami kekhawatiran di dalam hidup ia akan lebih menonjolkan pikiran-pikiran manusiawinya. Pada saat orang khawatir, sebenarnya orang tersebut sedang dikuasai apa yang terjadi di sekitarnya. Semua dilihat dari kacamata dirinya, dia membandingkan antara kekuatannya sendiri, sikap yang demikian ini menimbulkan kekhawatiran. Pandangan-pandangan Ilahi yang ada di dalam dirinya tergilas oleh sikap membandingkan diri dengan membandingkan apa yang terjadi di sekitarnya.

Yang kedua,
kekhawatiran itu juga mengakibatkan orang percaya tidak bisa membedakan antara yang bersifat sementara dengan yang bersifat kekal. Sebagai orang percaya sudah jelas tujuan yang paling utama, tidak lain adalah hidup ini untuk kemuliaan nama Tuhan.

Misalnya, anak sakit. Kita tahu bahwa anak ini pasti akan sembuh, sudah dibawa dokter, sudah diobati, tinggal tunggu sembuh. Namun, justru hal yang sederhana itu menjadi ruwet karena ditambahi oleh pikiran-pikiran yang seharusnya tidak perlu. Bagaimana nanti kalau sakitnya berat, jangan-jangan diagnosisnya salah, dan sebagainya. Kekhawatiran menguasai di dalam hidup ini, sehingga melupakan hal-hal yang bersifat kekal.

Yang ketiga,
memperbesar kekhawatiran dan mengimpit kemampuan sehingga tidak bisa menghasilkan buah-buah yang efektif. Tuhan Yesus memberikan contoh benih yang jatuh ke semak duri. Benih itu tidak bisa tumbuh dan menghasilkan buah yang diharapkan karena hidupnya terimpit oleh semak duri. Kalau seseorang membiarkan kekhawatiran itu bertambah besar, pada akhirnya dia akan dikuasai rasa khawatir tersebut. Sebagai akibatnya, hidup tidak tenang, ia tidak bisa bekerja secara maksimal.


Yang keempat,
kekhawatiran itu sendiri akan mengimpit hidup kita sehingga kita akan kehilangan sukacita. Dan sebagai akibat itu semua, pandangan-pandangan kita akan menjadi negatif. Setiap peristiwa apapun yang dilihat, akan dilihat dari sisi negatifnya. Baik kepada orang, atau kepada apa yang terjadi di lingkungannya.


Menghadapi Kekhawatiran
Baiklah kita membaca apa yang dikatakan Firman Tuhan yang ditulis oleh Paulus ditujukan kepada jemaat di Filipi seperti yang tertulis dalam Filipi 4:4-7:"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur".
Jika kita simak Firman Tuhan ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang percaya.
Pertama, walaupun situasi tidak menyenangkan namun hendaknya sukacita itu tidak hilang dari kehidupan ini. Perlu diketahui bahwa ketika Rasul Paulus menulis surat ini, ia berada di dalam penjara. Paulus tidak kehilangan sukacita.


Kedua, jangan sampai meninggalkan kesempatan berbuat baik. Selagi ada kesempatan lakukanlah perbuatan baik itu. Kegiatan melakukan berbuat baik, akan mengurangi rasa khawatir, karena melihat orang lain memiliki nasib yang sama atau malah lebih buruk dari pada kenyataan yang sedang dihadapi sendiri.


Ketiga, menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan. Tuhan adalah Tuhan yang maha bijaksana dan maha perkasa. Ialah yang menentukan langkah-langkah orang percaya. Kita lakukan apa yang bisa kita lakukan dengan segenap hati, namun apa yang tidak bisa kita lakukan kita serahkan kepada Tuhan. Biarlah Ia yang menyelesaikan setiap masalah yang menyebabkan hati kita khawatir.

Jumat, 20 Juni 2008

Sekolah Minggu

TUJUAN SEKOLAH MINGGU

Sudah sewajarnya bahwa gembala jemaat dan majelis yang waspada, akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai dan mewujudkan segala kemungkinan yang terdapat dalam sekolah minggu untuk gereja mereka. Pelaksanaan pelbagai tugas dari pekerjaan sekolah minggu diarahkan kepada mencapai tujuan-tujuan utama sekolah minggu. Berikut ini diuraikan tujuh Tujuan Umum Sekolah Minggu.

1.

Keselamatan

Keselamatan merupakan salah satu tujuan besar dari segala sesuatu yang kita lakukan melalui bahan pelajaran dan dalam pekerjaan kita di sekolah Minggu. Kita ingin membawa masing-masing anak sekolah Minggu ke dalam pengalaman kelahiran baru. Kita ingin agar mereka mengerti bahwa mereka itu orang berdosa dan hukuman menantikan mereka; bahwa mereka tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi Kristus sudah mati buat mereka. Kita ingin agar tiap-tiap orang datang kepada Allah untuk memohon pengampunan, berbalik dari dosa-dosanya dalam pertobatan, berpaling pada Kristus dalam iman dan menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi.

2.

Pengetahuan Alkitab

Pengetahuan Alkitab merupakan tujuan besar lainnya yang akan menolong kita menghasilkan orang-orang Kristen Pentakosta yang matang rohaninya. Kita ingin menolong anak-anak Sekolah Minggu agar mereka mengerti, percaya, dan mematuhi Alkitab sebagai Firman Allah yang diilhami. Kita ingin agar mereka yakin bahwa Alkitab itu wahyu yang tertulis dan unik yang diberikan Allah kepada manusia, yaitu Firman Allah yang diilhami, yang tak dapat salah dan yang berkuasa. Kita ingin agar mereka mengetahui sejarah dan pengajarannya, dan juga mengetahui prinsip-prinsip dan perintah-perintah Alkitab yang memberi petunjuk dalam masalah-masalah tingkah laku. Kita ingin agar mereka mencintai Alkitab, mau membaca dan mempelajarinya dengan cara teratur, sistematis, dan disertai doa serta menjadikan Alkitab itu sebagai pedoman hidup.

3.

Kehidupan yang Penuh dengan Roh Kudus

Sudah sewajarnyalah bahwa salah satu tujuan besar kita ialah mendorong tiap-tiap orang percaya untuk menerima baptisan Roh Kudus dan memelihara kehidupan yang penuh dengan Roh. Kita ingin agar orang percaya masuk dalam kehidupan yang penuh dengan Roh dengan jalan mencari dan menerima baptisan Roh Kudus dengan bukti yang mula-mula, yaitu berbicara dengan bahasa lidah. Juga kita ingin agar mereka memelihara sikap penyerahan yang membawa mereka masuk ke dalam cara hidup baru ini. Selain dari itu, kita ingin agar mereka menjadi saluran-saluran bagi karunia-karunia dan pelayanan-pelayanan Roh. Kita ingin menandaskan bahwa baptisan Roh Kudus bukanlah tujuan akhir kita, melainkan permulaan kehidupan yang penuh dengan Roh yang hendaknya berlangsung terus seumur hidup orang percaya. Kita ingin agar mereka tahu bahwa karena baptisan Roh Kudus orang-orang percaya bisa berdoa dan beribadat dengan lebih efektif. Juga baptisan itu memberi kuasa dan urapan ilahi sehingga orang percaya akan lebih efektif dalam pelayanannya kepada Kristus.

4.

Pertumbuhan Kristen

Pertumbuhan Kristen merupakan salah satu tujuan besar dalam pelayanan kita sebagai guru. Kita ingin menolong semua orang percaya bertumbuh menuju kematangan Kristen.

Kita ingin agar mereka tahu bahwa tidak saja mereka harus dilahirkan kembali, tetapi mereka harus juga bertumbuh secara rohani, dan hal menjadi seperti Kristus itulah sasaran utama kehidupan Kristen. Kita ingin agar mereka mengetahui dan memanfaatkan cara-cara yang digunakan Roh Kudus untuk memimpin orang-orang Kristen kepada kematangan: Alkitab, doa, ibadat, disiplin diri, pelayanan pribadi dan persekutuan dengan orang-orang percaya lainnya.

5.

Penyerahan Pribadi

Mencapai tujuan Penyerahan Pribadi akan menolong orang-orang percaya menjadi orang-orang Kristen yang sesuai dengan kehendak Allah. Kita ingin memimpin tiap-tiap orang percaya agar ia senantiasa menyerahkan hidupnya kepada kehendak Allah. Kita ingin agar mereka mengerti tanggung jawabnya sebagai anak-anak Allah, mengakui Kristus sebagai Tuhan atas hidupnya, dan insaf bahwa setiap orang percaya ditetapkan oleh Allah sebagai pengurus dan semua milik dan bakat-bakatnya, baik sekarang ini maupun di masa mendatang. Kita ingin agar mereka dengan sukarela memilih kehendak Allah dan membuatnya sebagai faktor yang menentukan semua keputusan; menggunakan semua yang Allah telah percayakan kepada mereka dengan bijaksana; dan menemukan serta memenuhi rencana Allah dalam hidupnya.

6.

Pelayanan Kristen

Tujuan Umum yang keenam ialah Pelayanan Kristen. Kita ingin agar tiap-tiap orang percaya mengetahui bahwa pelayanan Kristen secara luas mencakup setiap perbuatan dan aktivitas yang membantu pertambahan, perkembangan, dan kesejahteraan Tubuh Kristus. Dalam hal ini kita ingin agar orang percaya itu mendapatkan dan memenuhi tempat pelayanannya sebagai anggota Gereja Tuhan, yaitu Tubuh Kristus.

Kita ingin agar tiap-tiap orang Kristen mengetahui bahwa meskipun ia bisa melayani sendiri secara efektif, namun ada beberapa bentuk pelayanan Kristen yang akan lebih efektif bila dilakukan sebagai usaha bersama-sama. Oleh sebab itu, menjadi anggota gereja setempat memberi lebih banyak kesempatan kepada orang percaya untuk melakukan pelayanan Kristen yang mempunyai pengaruh yang luas.

7.

Kehidupan Kristen

Tujuan umum usaha pendidikan Kristen yang ketujuh ialah Kehidupan Kristen. Kita ingin menolong tiap-tiap orang percaya menerapkan prinsip-prinsip Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin agar mereka mengetahui bahwa perubahan oleh kelahiran baru ini mempengaruhi sikap dan perbuatan. Kita ingin agar mereka memuliakan Kristus dengan menggunakan pengaruh Kekristenannya dalam setiap keadaan, yaitu dalam segala urusan dengan orang lain menyatakan sifat tenggang-menenggang, kejujuran, dan hal dapat dipercayai. Pendek kata, kita ingin agar mereka, melalui hidup yang mematuhi prinsip-prinsip Kristen, dalam setiap keadaan bertindak sebagai utusan yang baik dari Tuhan Yesus Kristus.

Kamis, 19 Juni 2008

Marah .................

Amarah...... bagaikan dewa api yang mengamuk…

Membakar setiap yang ada tanpa bersisa

Aku tak akan pernah memaafkanmu…

Jika kamu sendiri tak menyadari kesalahanmu…

Apa susahnya berkata, ya…

Terlihat seperti membuang harga diri

tapi tidak menimbulkan bencana….

Sudah berapa kali kamu mengelak di setiap bukti yang ada?

Sudah berapa kali kamu melempar kesalahanmu sendiri?

Sungguh…

Amarah ini tak tertahankan….

Inikah yang kamu inginkan?

Datangnya airpun, akan lama memadamkan api yang berkobar…

Lalu apa yang akan kamu perbuat?

Jika semua hancur dan tidak bisa kembali lagi

Pikirkanlah dengan baik kesalahanmu…

Jangan biarkan api malah menggosongkan dirimu…

Lihatlah dengan baik kesalahanmu….

Sehingga kamu tidak akan menjadi buta akan pemahamanmu…

Rabu, 18 Juni 2008

Kedamaian

Hari ini rasanya Kedamain ada dalam hatiku, sesudah beberapa hari terjadi pertentangan dengan Teman Sepelayanan yang lain....

Sesudah memohon pada Allah dan bertatap muka dengan Teman Sepelayanan yang lain, barualah ada Kedamaian ......


DoaQ biarlah Kedamain senantiasa ada dalam hidup Qt dengan meminta DIA hadir menyelesaikan masalah kita......


Mlm.............

Senin, 16 Juni 2008

Mohon Dukungan Doa

Orang bijak katakan: Yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut orang lain".

Hal ini terjadi pada saya dan teman sepelayanan saya.

Saya dan teman saya dengan niat baik dan tulus iklas ingin melayani dan memberikan yang terbaik, namun terkadang terhambat oleh Birokrasi. Dan hal ini membuat saya bingung, mengapa harus dipersulit jika bisa dipermudah.......

Tapi hanya Tuhan yang tahu jeritan hati ini....

Mundur dari pelayanan rasanya tidak bertanggungjawa, sebab yang dilayani bukan manusia, tetapi Tuhan..............Semoga Tuhan berkenan akan Pelayanan ini..........

Kepada siapapun yang membaca, Mohon dukungan Doa agar Pelayanan yang kami lakukan dapat berjalan dengan baik......

Malam...............

Jumat, 13 Juni 2008

AGAR FS KAMU KEREN

Neh Resep dari Teman n SahabatQ.....


1. Ganti Background di FS dengan Foto Loe Sendiri

Okeh... pertama adalah bagaimana cara ganti background di FS, tapi dengan foto loe sendiri... ikuti kangkah berikut:
0. Loe harus punya FS (ya iyalah....), kalo belum punya daftar dulu dan Add FS gue (he...he... promosi...)
1. Sediakan foto yang mau loe jadiin background, ingat format file imagenya harus diantara ini *.jpg, *.gif, *.png n *.bmp. Tapi klo gue make yang formatnya *.jpg. Ukurannya kalo mau pas yang 1020x610 (pas untuk browser belum di Full Screen ukuran 1024x768), tapi terserah aja....
2. Upload foto loe, salah satunya situs untuk upload image adalah www.imageshack.us, caranya kunjungi situs tersebut, lalu Browse (cari lokasi foto kamu di komputer), lalu tekan
host it, nanti kamu akan dapet link ato alamat foto kamu, seperti gambar di bawah....



3. Nanti link yang dipakai hanya satu yaitu yang paling bawah, yang ada bacaan "Direct link to image"... atau lihat di bawah...


Nah link yang dipakai yaitu
http://img301.imageshack.us/img301/889/dnelzeu4.jpg

4. Sekarang tinggal masuk ke FS kamu.....
5. Lalu masuk ke menu Profile lalu pilih Customize Page, nah nanti ada 2 textarea atau 2 kotak kosong yang bisa kamu isikan dengan code....
6. Nah pilih kotak yang pertama..... yang di atasnya ada bacaan CSS....
7. Nah, kalo untuk ganti background, masukkan code di bawah

body { background-color:#ffffff; background-image:url(
alamat_foto_kamu); background-attachment:fixed; }

nah
alamat_foto_kamu di ganti sama link yang kamu dapet dari www.imageshack.us (lihat no.3)

sehingga nanti code akan seperti berikut:

body { background-color:#ffffff; background-image:url(
http://img301.imageshack.us/img301/889/dnelzeu4.jpg); background-attachment:fixed; }

Oke, baru sekarang masukkan code tersebut ke kotak FS kamu, atau copy code di atas lalu paste di kotak FS kamu.

8. Lalu save.. lihat perubahan pada FS kamu.


2. Tambah Animasi atau Games di FS
Nah, klo untuk yang satu ini memang rada susah, ngejelasinnya juga susah.... gimana ya?
Oke deh, kamu tau e-card khan... yupz kartu ucapan digital, salah satu situs yang menyediakan e-card adalah www.babaflash.com. Misalnya, kamu ingin menampilkan salah satu e-card di FS kamu, biasanya khan kamu kirim e-card untuk teman kamu lewat testimonial, tapi kali ini kamu akan menampilkan e-card di FS kamu... caranya:
1. Ceritanya kamu ingin menampilkan e-card buatan dnelz yang berjudul "Aku Cinta Kamu", di alamat http://www.babaflash.com/cardsend.asp?cardid=399.
2. Nah klik "Get tag code..." untuk melihat lokasi animasi berada.....
3. Kamu akan menemukan code seperti berikut:



4. Nah yang kamu perlukan adalah alamat animasi yaitu
http://www.babaflash.com/card/Love/2007-02-26_sa85.swf
Tapi Code yang kamu copy nanti adalah:



5. Baru setelah itu masuk ke FS kamu...
6. Masuk ke menu Profile lalu Customize Page, nah nanti ada 2 textarea atau 2 kotak kosong yang bisa kamu isikan dengan code....
7. Nah pilih kotak yang kedua.....
8. Nah, masukkan code di atas....
9. Lalu setelah itu Save.... dan lihat perubahannya....


3. Buat Makin Menarik About Me
Nah untuk tips kali ini adalah ngebuat About Me di FS kamu tambah imut kaya gue.... ada banyak cara yaitu dengan
a. menentukan warna huruf dan besar huruf
b. menebalkan, memiringkan dan menggarisbawahi huruf.
c. membuat animasi huruf bergerak (marquee)
d. menambahkan animasi di bawah About Me...
e. menambahkan link website atau email

a. Untuk menentukan warna huruf kamu harus menambahkan code

Bacaan blue bisa diganti dengan red, black, green, atau code huruf misalnya biru = #0000FF

Untuk menentukan besar huruf kamu harus menambahkan code


nomor 5 bisa diganti sesuai besar huruf yang diinginkan, semakin besar angkanya, semakin besar hurufnya.

b. Untuk menebalkan huruf kamu harus menambahkan code

hasilnya: kata yang diisikan

Untuk memiringkan huruf kamu harus menambahkan code

hasilnya: kata yang diisikan

Untuk menggarisbawahi huruf kamu harus menambahkan code

hasilnya: kata yang diisikan

c. Untuk membuat animasi huruf kamu harus menambahkan code
huruf mucul dari kiri

huruf mucul dari kanan

huruf bolak-balik
untuk width dapat diganti sesuai kebutuhan.

d. Untuk membuat animasi huruf kamu harus menambahkan code
Lihat penjelasan "Tambah Animasi atau Games di FS", yaitu


untuk width adalah lebar animasi, height adalah tinggi animasi

contoh: sehingga code akan menjadi:

4. Macem-Macem Ajah Deh....
Untuk membuat desain CSS untuk FS kamu bisa mengunjungi situs
http://www.cubancouncil.com/friendster/index.html

atau tanya ke pembuat situsnya "Michael Schmidt"

http://www.friendster.com/126427
http://www.friendster.com/user.php?uid=126427


MET MENCOBA

Rabu, 11 Juni 2008

Internet Masuk Desa

Jaman sekarang e-mail udah masuk kepelosok desa, ini ceritanya

Tukijo , tukang kayu dari daerah pegunungan Wonosobo suatu hari dapet kerjaan bikin meubel di hotel di Yogjakarta.

Dia berangkat duluan dianter bininya Tugiyem kestasion bis, dengan janji besoknya bininya bakal nyusul. Sesampainya di Yogya dia lantas segera kirim email sama bininya.

Di Lain tempat namun masih di Wonosobo, Rugiyem seorang istri yang sedang berduka baru saja mengantarkan jenazah suaminya Paijo ke pemakaman. Selesai dari pemakamandia langsung pulang kerumah, lantas dia buru buru buka e-mail, untuk cek berita-berita dari sanak keluarga.

Begitu dia buka email, dia menjerit lalu pingsan... Anaknya heran, lalu ikut baca emailnya, lalu ikut menjerit...

Sebenarnya, pangkalnya itu si Tukijo salah pijit tombol, kirim email ke bininya mustinya Tugiyem@wonosobo.co.id jadinya Rugiyem@wonosobo.co.id Maklum jarinya tukang kayu segede jempol, T dengan R kan dempetan.

Mau tahu isinya yang bikin keluarga Rugiyem histeris...

Isi emailnya :

'Yem isteriku tercinta,

Terimakasih banget yo, udah nganterkan aku tadi pagi,Aku sudah sampai dengan selamat, disini diterima baik baik, Aku senang sekali karena banyak teman lama yang sudah duluan sampai, Katanya kamu akan nyusul besok, namamu sudah aku daftarkan disini, aku tunggu yaa supaya kita berdua bersama disini oh, ya ternyata disini lumayan panasnya,

salam kangen,
suamimu 'Ijo.

Senin, 09 Juni 2008

Humor Lucu.....

Memiliki Guru yang Kejam Tetapi Adil

Si kecil Fredie bercerita tentang guru barunya kepada Mamanya.

"Mama, guruku yang baru orangnya kejam tetapi adil."

Ibunya yang kurang paham maksud Fredie bertanya, "Apa yang kau maksudkan dengan kejam tetapi adil, Fredie?"

"Dia kejam terhadap semua orang!"

he...he....he.....

Badan Ideal Anak - Remaja

Tabel badan ideal (Umur 1 bulan - 18 tahun)

Berat badan pria dan wanita tercermin dari keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran energi yang kita dapatkan dari makanan sehari hari berat badan akan stabil

bila jumlah kalor yang diterima tubuh sebanding dengan jumlah pengeluarannya dan berat badan akan berkurang jika pengeluaran kalor lebih besar daripada pemasukannya dan begitu pula sebaliknya. Tabel dibawah adalah standart dan berat badan rata rata orang sehat.

Umur

Tinggi

badan (cm)

Berat

badan(kg)
PriaWanitaPria Wanita
1 bulan55534,54
6 bulan68657,87,2
2 tahun878612,611,9
5 tahun10910818,517,5
8 tahun1261262524,7
12 tahun1491514041
14 tahun16216050,450,2
16 tahun1731626255
18 tahun175162,56656

Gemuk atau kuruskah anda ?

Untuk mengukur gemuk atau kurus tidaklah cukup bila hanya berdasarkan berat badan ideal =(tinggi-100)-10% dari (tinggi-berat badan). cara ini tidak menunjukan gemuk atau kurus kecuali bagi orang yang terlalu kurus berat badan yang ideal bila kadar lemak seseorang 15% - 30% dari berat tubuhnya sedangkan bila kadar lemak lebih besar dari 35% maka badan terlalu gemuk

Perawatan Gigi

Tips merawat gigi

Kebanyakan dari kita memang agak bermasalah jika menyangkut menjaga kesehatan secara oral. Menurut penelitian, satu dari empat orang mengalami masalah bau mulut, sedang penyakit gusi juga jadi masalah kebanyakan orang. Bakteri-bakteri kecil hidup berkoloni serta tinggal silih breganti dibagian mulut kita, dari gigi, gusi, bibir dan lidah. Meski menggosok gigi tiap hari, itu tak menjamin berhasil mengangkat seluruh bakteri. Jadi tak heran kalau bagi mereka yang tak rajin menjaga kebersihan gigi kerap kali terjangkit si sakit gigi. Pada dasarnya, tergantung masing-masing orang untuk melakukan usaha menyelamatkan gigi dari penyakit dan membuatnya tetap bersinar. Berikut kami suguhkan beberap tips untuk mejaga kesehatan gigi Anda:
Untuk Kesehatan Gigi
Makan kacang-kacangan penuh setiap hari, seperti beras merah, oatmeal, dan roti gandum bukannya biji-bijian murni, seperti roti putih dan nasi. Makan sayur-sayuran sehat, termasuk yang berwarna hijau dan buah-buahan yang berwarna oranye.
Makan Berbagai Jenis Buah
Jika Anda minum minuman beralkohol, jangan lakukan secara berlebihan. Masukan buah-buahan padat seperti apel dan pir serta sayur mayur dalam daftar makanan Andan. Semua jenis makanan ini memiliki gula alami, tapi kandungan air alami didalamnya mencairkan efek dari gula. Hindari mengkonsumsi soft drink, atau minuman yang memiliki kandungan gula lainnya, seperti teh atau kopi sepanjang hari.
Mencegah Kerusakan Gigi
Batasi antara makan dan ngemil. Makanan yang sangat asam bisa menyebabkan demineralisasi (hilangnya zat garam secara berlebihan) dan erosi pada gigi. Gosoklah gigi setelah makan setidaknya sehari dua kali. Mengunyah permen karet tanpa gula yang mengandung xylitol (gula alami) dapat membantu mengurangi resiko gigi berlubang. Berhentilah merokok dan menggunakan produk tembako dalam bentuk apapun.

Senyum menarik, dengan gigi utuh yang sehat dan putih, tak mungkin didapat tanpa usaha. Coba tips-tips yang kami berikan di atas dan nikmati mulut dan gigi yang sehat serta bersiap untuk tersenyum dengan penuh percaya diri.

Kamis, 05 Juni 2008

Arti Persahabatan

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABATMU

Selasa, 03 Juni 2008

Malam Persahabatan......

Selamat Pagi Dunia, Selamat Pagi Siantar, Selamat Pagi Sobat.......

Malam Persahabatan yang diadakan sahabat"Q sangat mengesankan......
Pertemuan yang sederhana, hangat, akrab dan tidak lupa, aliran air mata...hugk...hukg........dan juga makan malam yang meriah (ada B2 Panggang, Jahir Panggang, lengkap dengan bumbunya)......ditambah dengan "ular-ular kecil" (Snack)....he...he....

Disana aq lebih dekat mengenal beberapa sahabatQ, ada masukan berupa saran dan kritik yang dapat membangun kehidupan.....

Disana juga terlihat arti dari sebuah persahabatan......

Waktu tak terasa, sampai subuh, acara berbagai kenangan tidak terasa.....

Sesudah itu dilanjutkan acara nontoh bareng film Begu-begu..........he....he....

Awas Ambulansnya........

Waktu tersu bergulir, mata enggan untuk dipejamkan, mengingat waktu pertemuan seperti ini mungkin jarang bahkan tidak ada lagi....

Sampai pagi jam 6, Ortu SahabatQ mengajak semuanya untuk beribadah pagi, diawali nyanyian memuji Tuhan oleh SahabatQ yang empunya rumah, dilanjutkan doa syafaat olehQ dan diikuti Renungan PAgi oleh Ibu sahabatQ dan diakhiri dengan Pujian dan Doa......

Pengalaman Luar biasa.........

Namun sedih rasanya harus lebih dulu meninggalkan sahabat"Q, karena Qharus menjalankan tugas negara mendidik anak bangsa....he...he......

Dengan mata yang tidak bisa diajak kompromi untuk tetap segar, Qjalankan tugas........

Juga Qsempatkan menuliskan pengalaman ini......

ShabatQ, semoga Tuhan tetap sertaimu.....DoaQ sertamu.....

Jalan kerumah Sahabat Tidak Pernah Jauh.......

Sahabat adalah Pemberian Tuhan.............

Sahabat adalah Harta Karun........................

Samapi jumpa lagi, Qmau lanjutkan tugas negara.....he....he.....he...

JeLoUs








Senin, 02 Juni 2008

Perpisahan

Akhirnya hari itupun tiba......
Jumat tanggal 30 Mei 2008....
Saya berpisah dengan Murid yang sekaligus SahabtQ yang baek, imut, jugul, pintar n muamuanya.......

Tetapi perpisahan ini untuk awal menempuh pendidikan yang lebih baik lagi....

DoaQ semoga anda semua memperoleh Cita dan Cinta anda.....

Sukses Selalu....

DoaQ sertamu...



da....da.....da.....

JCLU......:-)